Published On: Rabu, 05 September 2012 | 20:15

Metode Modern Pembinaan Usia Muda Harus Diikuti Indonesia

Metode Modern Pembinaan Usia Muda Harus Diikuti Indonesia
Maman ketika memberi arahan pada Timnas U-14 Bola.net
Share this story:
Share

Bola.net - Perkembangan pembinaan sepakbola usia dini semakin menunjukan tren positif. Untuk itu, Indonesia diharapkan dapat mengikuti langkah pembinaan tersebut dengan baik. Tentu saja dengan harapan agar dapat meraih banyak prestasi pada masa mendatang.


"Banyak sekali metode-metode latihan terbaru. Minimnya informasi atau penyerapan yang tidak baik, membuat Indonesia menerapkan metode kepelatihan yang salah di usia muda," ujar mantan pelatih Timnas Indonesia U-14, Maman Suryaman usai mengikuti kursus kepelatihan Grassroots di Vietnam, 27 Agustus hingga 4 September kemarin.


Ia menjelaskan, dalam kursus kepelatihan tersebut seolah terlihat bahwa di Indonesia, sistem pembinaan usia dini kurang berjalan mulus. Sejatinya, pembinaan dimulai dari usia 6-12 tahun. Dalam melatih mereka, tidak diperkenankan menerapkan teknik, taktik atau ball possession. Dengan begitu, anak-anak dapat bermain dengan leluasa.


"Anak-anak juga tidak boleh dimarahi ketika latihan, namun harus dibuat enjoy. Tujuan utamanya anak-anak mendapatkan kesenangan bermain secara individu atau kelompok. Selain itu, bertujuan untuk melatih otot motoriknya," tambah Maman.


Dengan mengikuti metode kepelatihan modern, lanjut Maman, maka akan dapat mengembangkan potensi yang ada, khusunya usia muda. Hal ini dikarenakan metodenya terarah dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, ia mengharapkan kepada pelatih SSB memberikan kebebasa kepada anak asuhnya dalam bermain sepak bola.


"Setelah usia 13 tahun, baru boleh diarahkan untuk latihan passing, dribbling dan lain sebagainya. Termasuk, mendorong anak untuk memperdalam kemampuannya di posisi kiper, pemain bertahan, gelandang, maupun striker," tegasnya.


Maman juga mengharapkan agar ke depannya sepakbola dapat menembus ke segala lapisan masyarakat, sama dengan visi FIFA "Touch The World". Visi tersebut menjelaskan tentang bagaimana masyarakat bebas memainkan sepak bola, baik untuk berinteraksi dengan orang lain, maupun berbagi kegembiraan dengan bermain sepak bola.



  (bln/ctr)

BACA ARTIKEL SELANJUTNYA

Close